Chevrolet Orlando, MPV 7-seater yang diperkenalkan sebagai pilihan keluarga modern, menawarkan kombinasi desain yang unik, ruang kabin yang lapang, dan harga yang kompetitif. Namun, seperti halnya mobil lain, Orlando tidak luput dari keluhan pengguna. Mari kita telaah secara mendalam kekurangan Chevrolet Orlando yang sering dikeluhkan, termasuk informasi tambahan yang relevan.
1. Performa Mesin yang Kurang Bertenaga: Tanjakan Jadi Momok?
Salah satu keluhan utama yang sering dilontarkan pemilik Orlando adalah performa mesinnya yang dianggap kurang bertenaga, terutama saat membawa beban penuh atau melibas tanjakan. Orlando umumnya dibekali mesin bensin 1.8L atau 2.0L (tergantung pasar). Meskipun kapasitasnya terbilang lumayan, output tenaga dan torsi yang dihasilkan seringkali terasa kurang memadai untuk ukuran MPV yang notabene sering digunakan untuk mengangkut banyak penumpang dan barang.
-
Gejala: Tarikan awal terasa berat, akselerasi lambat, kesulitan menyalip di jalan tol, dan performa yang menurun drastis saat melewati tanjakan. Mesin juga cenderung meraung dan bekerja lebih keras, yang pada akhirnya mempengaruhi efisiensi bahan bakar.
-
Penyebab Potensial: Rasio gigi transmisi yang kurang optimal, bobot kendaraan yang cukup berat, dan teknologi mesin yang terbilang konvensional dibandingkan dengan kompetitor yang sudah mengadopsi teknologi turbocharger atau direct injection.
-
Informasi Tambahan: Beberapa pemilik Orlando mencoba mengatasi masalah ini dengan melakukan chip tuning atau remap ECU untuk meningkatkan performa mesin. Namun, tindakan ini berpotensi mempengaruhi garansi kendaraan dan umur pakai mesin jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
2. Konsumsi Bahan Bakar yang Boros: Dompet Jadi Tipis?
Sejalan dengan performa mesin yang kurang bertenaga, konsumsi bahan bakar Orlando juga menjadi perhatian utama. Banyak pengguna mengeluhkan konsumsi bahan bakar yang boros, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
-
Gejala: Angka konsumsi bahan bakar seringkali tidak sesuai dengan klaim pabrikan. Dalam kondisi perkotaan, Orlando bisa mencatat angka 1:7 atau bahkan lebih boros.
-
Penyebab Potensial: Mesin yang bekerja keras untuk mengkompensasi kurangnya tenaga, bobot kendaraan yang berat, dan penggunaan transmisi otomatis konvensional (pada beberapa varian) yang kurang efisien. Kebiasaan mengemudi yang agresif dan kondisi lalu lintas yang macet juga turut memperburuk konsumsi bahan bakar.
-
Informasi Tambahan: Untuk menghemat bahan bakar, disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan, melakukan perawatan rutin, dan menghindari kebiasaan mengemudi yang agresif. Pertimbangkan juga untuk menggunakan ban dengan hambatan gulir rendah.
3. Kualitas Material Interior yang Kurang Memuaskan: Plastik Keras Mendominasi?
Meskipun menawarkan ruang kabin yang lapang, kualitas material interior Orlando seringkali dikritik karena penggunaan plastik keras yang dominan. Hal ini mengurangi kesan mewah dan nyaman di dalam kabin.
-
Gejala: Permukaan dashboard, panel pintu, dan konsol tengah terasa kasar dan kurang premium. Beberapa bagian interior juga rentan terhadap goresan dan noda.
-
Penyebab Potensial: Upaya untuk menekan biaya produksi. Chevrolet mungkin memilih menggunakan material yang lebih murah untuk menjaga harga Orlando tetap kompetitif.
-
Informasi Tambahan: Beberapa pemilik Orlando menyiasati hal ini dengan menambahkan pelapis jok aftermarket yang lebih berkualitas dan memasang karpet dasar untuk meningkatkan kenyamanan interior.
4. Suspensi yang Keras: Perjalanan Jadi Kurang Nyaman?
Sistem suspensi Orlando cenderung lebih keras dibandingkan dengan MPV sekelasnya. Hal ini mempengaruhi kenyamanan berkendara, terutama saat melewati jalan yang berlubang atau tidak rata.
-
Gejala: Guncangan terasa lebih keras dan jelas di dalam kabin. Penumpang, terutama yang duduk di baris belakang, mungkin merasa kurang nyaman saat melewati jalan yang rusak.
-
Penyebab Potensial: Setelan suspensi yang lebih difokuskan pada handling dan stabilitas daripada kenyamanan.
-
Informasi Tambahan: Mengganti peredam kejut dengan merek aftermarket yang lebih lembut bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kenyamanan suspensi. Namun, perlu diingat bahwa hal ini juga bisa mempengaruhi handling dan stabilitas kendaraan.
5. Fitur yang Kurang Lengkap: Kalah Saing dengan Kompetitor?
Orlando seringkali dianggap kurang memiliki fitur dibandingkan dengan kompetitornya. Beberapa fitur yang umum ditemukan pada MPV sekelasnya, seperti cruise control, sunroof, atau sistem infotainment yang lebih canggih, mungkin tidak tersedia atau hanya tersedia pada varian tertentu.
-
Gejala: Kekurangan fitur modern yang meningkatkan kenyamanan dan kepraktisan.
-
Penyebab Potensial: Upaya untuk menekan harga jual.
-
Informasi Tambahan: Pertimbangkan untuk memasang fitur aftermarket seperti cruise control atau sistem infotainment yang lebih canggih jika Anda merasa fitur bawaan Orlando kurang memadai.
6. Desain Eksterior yang Kontroversial: Ada yang Suka, Ada yang Tidak?
Desain eksterior Orlando terbilang unik dan berbeda dengan MPV pada umumnya. Namun, desain ini juga menjadi salah satu faktor yang memecah belah opini. Ada yang menyukai desainnya yang boxy dan maskulin, namun ada juga yang menganggapnya kurang menarik dan ketinggalan zaman.
-
Gejala: Preferensi desain yang subjektif.
-
Penyebab Potensial: Gaya desain yang berbeda dengan tren MPV pada masanya.
-
Informasi Tambahan: Modifikasi eksterior seperti mengganti velg, memasang body kit, atau menambahkan aksesoris lainnya bisa menjadi cara untuk meningkatkan tampilan Orlando sesuai dengan selera pribadi.
7. Ketersediaan Suku Cadang yang Terbatas: Bikin Pusing Kalau Rusak?
Ketersediaan suku cadang Orlando bisa menjadi masalah tersendiri, terutama jika Anda tinggal di daerah yang jauh dari kota besar. Karena Chevrolet sudah tidak lagi beroperasi di Indonesia, suku cadang Orlando mungkin lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan mobil merek Jepang.
-
Gejala: Kesulitan mencari suku cadang saat melakukan perbaikan atau perawatan. Harga suku cadang yang lebih mahal.
-
Penyebab Potensial: Chevrolet sudah tidak lagi beroperasi di Indonesia.
-
Informasi Tambahan: Bergabung dengan komunitas pemilik Orlando bisa menjadi solusi untuk mendapatkan informasi tentang ketersediaan suku cadang dan tips perawatan. Anda juga bisa mencari suku cadang secara online atau melalui jaringan bengkel spesialis Chevrolet.
8. Nilai Jual Kembali yang Rendah: Investasi yang Kurang Menguntungkan?
Nilai jual kembali Orlando cenderung lebih rendah dibandingkan dengan MPV merek Jepang yang lebih populer. Hal ini perlu menjadi pertimbangan jika Anda berencana untuk menjual Orlando di masa depan.
-
Gejala: Harga jual yang turun drastis setelah beberapa tahun penggunaan.
-
Penyebab Potensial: Brand image Chevrolet yang kurang kuat di Indonesia dan persepsi masyarakat tentang ketersediaan suku cadang.
-
Informasi Tambahan: Menjaga kondisi Orlando tetap prima, melakukan perawatan rutin, dan melengkapi dokumen kendaraan bisa membantu mempertahankan nilai jualnya.
Rekomendasi
Meskipun memiliki sejumlah kekurangan, Chevrolet Orlando tetap bisa menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang mencari MPV dengan ruang kabin yang lapang dan harga yang terjangkau. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli Orlando, pertimbangkan dengan matang kekurangan-kekurangan yang telah disebutkan di atas dan pastikan bahwa Anda siap untuk menghadapinya.
Jika Anda mempertimbangkan untuk membeli Orlando bekas, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan perhatikan hal-hal berikut:
- Riwayat perawatan: Pastikan bahwa Orlando telah dirawat secara rutin dan memiliki riwayat perawatan yang lengkap.
- Kondisi mesin: Periksa apakah ada tanda-tanda kebocoran oli atau masalah lainnya pada mesin.
- Kondisi transmisi: Pastikan transmisi berfungsi dengan baik dan tidak ada gejala slip atau jedug saat perpindahan gigi.
- Kondisi suspensi: Periksa apakah ada bunyi-bunyi aneh atau kerusakan pada sistem suspensi.
- Ketersediaan suku cadang: Cari tahu tentang ketersediaan suku cadang di daerah Anda.
Alternatif:
Jika Anda merasa kekurangan-kekurangan Orlando terlalu signifikan, pertimbangkan alternatif lain seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, atau Mitsubishi Xpander. Mobil-mobil ini menawarkan fitur yang lebih lengkap, performa yang lebih baik, dan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin.
Pada akhirnya, keputusan untuk membeli Chevrolet Orlando atau tidak tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan preferensi pribadi Anda. Lakukan riset yang mendalam, pertimbangkan semua faktor yang relevan, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan mekanik atau pemilik Orlando lainnya sebelum membuat keputusan akhir.






