Suzuki Ertiga generasi pertama (2012-2018) hadir sebagai angin segar di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV). Mobil ini menawarkan kabin yang lega, harga yang relatif terjangkau, dan konsumsi bahan bakar yang irit. Tak heran, Ertiga langsung menjadi pilihan favorit keluarga Indonesia. Namun, layaknya mobil lain, Ertiga generasi pertama juga memiliki beberapa masalah umum yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk meminangnya. Mari kita bedah satu per satu!
1. Mesin: Iritnya Bikin Hati Senang, Tapi Ada PR!
Ertiga generasi pertama dibekali mesin bensin 1.4 liter (K14B) yang terkenal irit bahan bakar. Dalam kondisi normal, mesin ini mampu mencatatkan angka konsumsi bahan bakar sekitar 12-15 km/liter di dalam kota dan 17-20 km/liter di luar kota. Namun, dibalik keiritannya, ada beberapa masalah yang kerap muncul:
a. Idling Kurang Stabil dan Potensi Brebet
Salah satu keluhan yang sering terdengar adalah idling mesin yang kurang stabil, terutama saat AC dinyalakan. Gejala ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Throttle Body Kotor: Kotoran yang menumpuk di throttle body dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan idling tidak stabil. Solusinya adalah membersihkan throttle body secara berkala.
- Idle Speed Control (ISC) Valve Bermasalah: ISC valve bertugas mengatur putaran mesin saat idle. Jika valve ini bermasalah, putaran mesin bisa naik turun atau bahkan mati mendadak.
- Sensor-Sensor Bermasalah: Sensor seperti Mass Air Flow (MAF) sensor atau Oxygen sensor yang bermasalah dapat memberikan data yang salah ke ECU, yang kemudian mempengaruhi kinerja mesin dan menyebabkan idling tidak stabil.
- Injektor Kotor: Injektor yang kotor dapat menyemprotkan bahan bakar tidak sempurna, membuat pembakaran tidak efisien dan menyebabkan mesin brebet saat akselerasi.
Tips: Lakukan servis berkala, termasuk membersihkan throttle body dan injektor. Periksa juga kondisi sensor-sensor dan ISC valve.
b. Tenaga Mesin Kurang Responsif di Putaran Bawah
Beberapa pemilik Ertiga generasi pertama mengeluhkan tenaga mesin yang kurang responsif di putaran bawah, terutama saat membawa beban penuh atau menanjak. Hal ini wajar mengingat kapasitas mesin yang hanya 1.4 liter.
Solusi:
- Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan yang Sesuai: Gunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan (RON 92). Penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah dapat menyebabkan knocking dan performa mesin menurun.
- Perhatikan Beban Kendaraan: Hindari membawa beban yang berlebihan. Semakin berat beban kendaraan, semakin berat pula kerja mesin.
- Optimalkan Penggunaan Transmisi: Gunakan gigi yang tepat sesuai dengan kondisi jalan. Saat menanjak, gunakan gigi yang lebih rendah untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar.
- Upgrade Performa (Opsional): Jika Anda merasa performa mesin kurang memadai, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan upgrade performa seperti memasang piggyback atau downpipe. Namun, perlu diingat bahwa upgrade performa dapat mempengaruhi garansi dan konsumsi bahan bakar.
c. Rembesan Oli Mesin
Rempesan oli mesin bisa terjadi di beberapa titik, seperti seal crankshaft, seal camshaft, atau packing head. Rembesan oli ini bisa disebabkan oleh usia pakai atau kualitas komponen yang kurang baik.
Tips: Periksa secara berkala kondisi mesin, terutama di bagian-bagian yang rawan rembes oli. Jika Anda menemukan rembesan oli, segera perbaiki agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
2. Transmisi: Manual Oke, Otomatis Waspada!
Ertiga generasi pertama tersedia dalam dua pilihan transmisi: manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Transmisi manual relatif lebih awet dan jarang menimbulkan masalah. Namun, transmisi otomatis memiliki beberapa potensi masalah yang perlu diwaspadai:
a. Perpindahan Gigi Kasar dan Terasa Menyentak
Beberapa pemilik Ertiga dengan transmisi otomatis mengeluhkan perpindahan gigi yang kasar dan terasa menyentak, terutama saat perpindahan gigi 1 ke 2 atau 2 ke 3. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Oli Transmisi Kotor atau Kurang: Oli transmisi yang kotor atau kurang dapat menyebabkan kinerja transmisi menurun dan perpindahan gigi menjadi kasar.
- Solenoid Valve Bermasalah: Solenoid valve bertugas mengatur aliran oli di dalam transmisi. Jika solenoid valve bermasalah, perpindahan gigi bisa menjadi tidak sempurna.
- Kampas Kopling Aus: Kampas kopling yang aus dapat menyebabkan perpindahan gigi menjadi slip dan terasa menyentak.
Tips: Ganti oli transmisi secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Periksa juga kondisi solenoid valve dan kampas kopling.
b. Delay Saat Pindah Gigi
Delay saat pindah gigi juga menjadi keluhan umum pada transmisi otomatis Ertiga generasi pertama. Gejala ini biasanya terasa saat Anda menginjak pedal gas secara tiba-tiba.
Penyebab: Hal ini seringkali disebabkan oleh software transmisi yang kurang responsif.
Solusi: Beberapa bengkel spesialis transmisi menawarkan remapping ECU transmisi untuk meningkatkan responsivitasnya.
3. Kaki-Kaki: Nyaman, Tapi Perlu Perhatian Khusus
Suspensi Ertiga generasi pertama dirancang untuk memberikan kenyamanan berkendara yang baik. Namun, ada beberapa komponen kaki-kaki yang perlu mendapatkan perhatian khusus:
a. Bunyi Gluduk-Gluduk dari Suspensi Belakang
Bunyi gluduk-gluduk dari suspensi belakang seringkali disebabkan oleh bushing stabilizer yang aus atau shock absorber yang bocor.
Tips: Periksa secara berkala kondisi bushing stabilizer dan shock absorber. Jika Anda menemukan kerusakan, segera ganti dengan yang baru.
b. Tie Rod End dan Long Tie Rod Cepat Aus
Tie rod end dan long tie rod bertugas menghubungkan kemudi dengan roda. Komponen ini rentan aus karena sering terkena benturan dan kotoran.
Tips: Lakukan spooring dan balancing secara berkala. Periksa juga kondisi tie rod end dan long tie rod. Jika Anda menemukan kerusakan, segera ganti dengan yang baru.
c. Bearing Roda Cepat Oblak
Bearing roda yang oblak dapat menyebabkan bunyi berdecit saat mobil berjalan. Jika dibiarkan, bearing roda yang oblak bisa menyebabkan roda goyang dan membahayakan keselamatan.
Tips: Periksa secara berkala kondisi bearing roda. Jika Anda menemukan bearing roda yang oblak, segera ganti dengan yang baru.
4. Interior: Lega, Tapi Materialnya…
Kabin Ertiga generasi pertama terbilang lega dan mampu menampung hingga 7 penumpang. Namun, kualitas material interiornya tergolong biasa saja.
a. Jok Mudah Sobek dan Kusam
Jok Ertiga generasi pertama terbuat dari bahan fabric yang relatif tipis dan mudah sobek. Selain itu, warna jok juga mudah kusam jika tidak dirawat dengan baik.
Solusi: Gunakan seat cover untuk melindungi jok asli. Bersihkan jok secara berkala menggunakan cairan pembersih khusus untuk bahan fabric.
b. Plastik Interior Mudah Baret dan Kusam
Plastik interior Ertiga generasi pertama juga mudah baret dan kusam. Hal ini wajar mengingat kualitas material yang digunakan tergolong biasa saja.
Solusi: Gunakan cairan dashboard polish untuk membersihkan dan melindungi plastik interior. Hindari meletakkan benda-benda tajam di atas dashboard.
c. AC Kurang Dingin
Beberapa pemilik Ertiga generasi pertama mengeluhkan AC yang kurang dingin, terutama saat cuaca panas. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Freon AC Kurang: Freon AC yang kurang dapat menyebabkan AC tidak dingin.
- Filter AC Kotor: Filter AC yang kotor dapat menghambat aliran udara dan menyebabkan AC tidak dingin.
- Kompresor AC Bermasalah: Kompresor AC yang bermasalah dapat menyebabkan AC tidak dingin.
Tips: Periksa secara berkala kondisi freon AC dan filter AC. Jika Anda menemukan masalah, segera perbaiki.
5. Eksterior: Desain Simpel, Perhatikan Korosi!
Desain eksterior Ertiga generasi pertama terbilang simpel dan elegan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait korosi.
a. Korosi di Beberapa Titik Rawan
Ertiga generasi pertama rentan terhadap korosi, terutama di bagian-bagian seperti:
- Kolong Mobil: Kolong mobil seringkali terkena air dan kotoran, sehingga rentan terhadap korosi.
- Pintu Bawah: Pintu bawah juga rentan terhadap korosi karena sering terkena air dan kotoran.
- Rangka Bodi: Rangka bodi yang berkarat dapat mengurangi kekuatan struktur mobil.
Tips: Lakukan perawatan anti karat secara berkala. Cuci mobil secara rutin, terutama setelah terkena air hujan atau air laut.
b. Cat Mudah Pudar
Cat Ertiga generasi pertama juga mudah pudar jika sering terpapar sinar matahari.
Solusi: Parkirkan mobil di tempat yang teduh. Gunakan wax atau coating untuk melindungi cat mobil.
Rekomendasi Sebelum Membeli Ertiga Generasi Pertama
Sebelum memutuskan untuk membeli Suzuki Ertiga generasi pertama bekas, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Lakukan Inspeksi Menyeluruh: Periksa kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, interior, dan eksterior mobil secara teliti. Ajak mekanik kepercayaan Anda untuk membantu melakukan inspeksi.
- Perhatikan Riwayat Servis: Cari tahu riwayat servis mobil. Mobil yang rutin diservis biasanya lebih terawat dan minim masalah.
- Test Drive: Lakukan test drive untuk merasakan langsung performa dan kenyamanan mobil. Perhatikan apakah ada suara-suara aneh atau getaran yang tidak normal.
- Negosiasi Harga: Lakukan negosiasi harga dengan penjual. Bandingkan harga dengan mobil serupa di pasaran.
- Pastikan Surat-Surat Lengkap: Pastikan surat-surat mobil (STNK, BPKB) lengkap dan valid. Cek juga nomor rangka dan nomor mesin untuk memastikan tidak ada masalah hukum.
Ertiga generasi pertama tetap menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang mencari mobil LMPV dengan harga terjangkau dan konsumsi bahan bakar irit. Dengan mengetahui masalah umum yang sering terjadi, Anda bisa lebih waspada dan melakukan perawatan yang tepat agar mobil tetap prima dan awet.






