Bohlam belakang pada mobil, termasuk Suzuki Ertiga, seringkali dianggap remeh. Padahal, lampu belakang memegang peranan krusial dalam keselamatan berkendara. Bayangkan, tanpa lampu rem yang berfungsi baik, pengemudi di belakang Anda tidak akan tahu saat Anda mengerem, dan risiko tabrakan pun meningkat. Belum lagi lampu sein dan lampu mundur yang juga penting untuk komunikasi dengan pengguna jalan lain.
Nah, salah satu upgrade populer yang banyak dilakukan pemilik Ertiga adalah mengganti bohlam belakang standar dengan lampu LED. Apa saja keuntungannya? Apa saja yang perlu diperhatikan? Mari kita bedah tuntas!
Mengapa Upgrade ke LED? Segudang Manfaat yang Menggoda
Mengganti bohlam belakang Ertiga dengan LED bukan sekadar gaya-gayaan. Ada banyak manfaat signifikan yang bisa Anda rasakan:
-
Visibilitas Lebih Baik: LED menghasilkan cahaya yang lebih terang dan fokus dibandingkan bohlam halogen standar. Ini membuat lampu belakang Anda lebih mudah dilihat, terutama di siang hari atau saat kondisi cuaca buruk seperti hujan atau kabut. Peningkatan visibilitas ini tentu saja meningkatkan keselamatan berkendara.
-
Umur Pakai Lebih Panjang: LED memiliki umur pakai yang jauh lebih lama dibandingkan bohlam halogen. Bohlam halogen biasanya perlu diganti setiap 1-2 tahun, sementara LED bisa bertahan hingga 5-10 tahun atau bahkan lebih. Ini berarti Anda akan lebih hemat karena tidak perlu sering-sering membeli bohlam baru.
-
Konsumsi Daya Lebih Rendah: LED jauh lebih efisien dalam mengkonversi energi listrik menjadi cahaya. Artinya, LED mengkonsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan bohlam halogen untuk menghasilkan tingkat kecerahan yang sama. Pengurangan konsumsi daya ini memang tidak akan langsung terasa pada tagihan listrik rumah Anda, tetapi secara akumulatif dapat membantu meringankan beban alternator mobil dan sedikit menghemat bahan bakar.
-
Respons Lebih Cepat: LED menyala hampir secara instan, tanpa jeda waktu seperti pada bohlam halogen. Dalam situasi pengereman mendadak, kecepatan respons ini sangat penting. Lampu rem LED yang menyala lebih cepat dapat memberikan waktu reaksi yang lebih panjang bagi pengemudi di belakang Anda untuk menghindari tabrakan.
-
Tampilan Lebih Modern: LED memiliki tampilan yang lebih modern dan futuristik dibandingkan bohlam halogen. Warna cahaya yang dihasilkan juga lebih bersih dan tajam. Mengganti bohlam belakang dengan LED dapat memberikan sentuhan segar pada tampilan eksterior Ertiga Anda.
Mengenal Jenis-Jenis Bohlam Belakang Ertiga dan Konversi LED
Sebelum melakukan penggantian, penting untuk mengetahui jenis-jenis bohlam yang digunakan pada lampu belakang Ertiga Anda. Biasanya, Ertiga menggunakan beberapa jenis bohlam untuk fungsi yang berbeda:
-
Lampu Rem/Senja: Biasanya menggunakan bohlam ganda (double filament) dengan kode seperti 1157 atau P21/5W. Filamen yang lebih besar untuk lampu rem, filamen yang lebih kecil untuk lampu senja. Saat mengganti dengan LED, pastikan Anda memilih LED double filament yang sesuai dengan soketnya.
-
Lampu Sein: Biasanya menggunakan bohlam dengan kode 1156 atau P21W. Warna bohlam sein standar adalah kuning (amber). Saat mengganti dengan LED, disarankan untuk tetap menggunakan LED berwarna kuning agar sesuai dengan standar dan tidak membingungkan pengguna jalan lain.
-
Lampu Mundur: Biasanya menggunakan bohlam dengan kode 1156 atau P21W. Warna bohlam mundur standar adalah putih. Saat mengganti dengan LED, pilihlah LED berwarna putih dengan tingkat kecerahan yang memadai untuk membantu visibilitas saat mundur di malam hari.
-
Lampu Kabut Belakang (Jika ada): Beberapa tipe Ertiga dilengkapi dengan lampu kabut belakang. Bohlam yang digunakan biasanya memiliki kode yang sama dengan lampu sein atau lampu mundur.
Proses Konversi ke LED:
Secara umum, proses konversi bohlam belakang Ertiga ke LED cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan peralatan sederhana seperti obeng dan tang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Pastikan Jenis Soket Sesuai: Periksa jenis soket bohlam yang digunakan pada lampu belakang Ertiga Anda. Setiap jenis bohlam memiliki jenis soket yang berbeda. Pastikan Anda membeli LED dengan jenis soket yang sesuai agar bisa terpasang dengan sempurna.
-
Pilih LED Berkualitas: Jangan tergiur dengan harga LED yang terlalu murah. LED berkualitas rendah biasanya memiliki umur pakai yang pendek dan tingkat kecerahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Pilihlah LED dari merek yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.
-
Perhatikan Polaritas LED: Beberapa LED memiliki polaritas tertentu. Jika LED tidak menyala setelah dipasang, coba balikkan posisinya.
-
Pasang Resistor (Jika Perlu): Pada beberapa kasus, penggantian bohlam sein dengan LED dapat menyebabkan hyper flashing (sein berkedip terlalu cepat). Hal ini terjadi karena LED memiliki konsumsi daya yang lebih rendah sehingga sistem kelistrikan mobil mengira bohlam putus. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu memasang resistor tambahan pada rangkaian lampu sein. Resistor berfungsi untuk menambah beban pada rangkaian sehingga sistem kelistrikan mobil mendeteksi adanya bohlam yang terpasang.
Tantangan dan Solusi: Hyper Flashing dan Kompatibilitas CANBUS
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hyper flashing adalah masalah umum yang sering terjadi saat mengganti bohlam sein dengan LED. Selain memasang resistor, ada solusi lain yang bisa Anda coba:
-
Beli LED dengan Built-in Resistor: Saat ini, sudah banyak tersedia LED sein dengan resistor yang sudah terintegrasi di dalamnya. LED jenis ini lebih praktis karena Anda tidak perlu repot memasang resistor tambahan.
-
Ganti Flasher Relay: Flasher relay adalah komponen yang mengatur kecepatan kedipan lampu sein. Mengganti flasher relay standar dengan flasher relay yang kompatibel dengan LED dapat mengatasi masalah hyper flashing.
Selain hyper flashing, masalah lain yang mungkin timbul adalah ketidakcocokan LED dengan sistem CANBUS pada mobil. Sistem CANBUS adalah sistem komunikasi data yang digunakan pada mobil modern untuk memantau dan mengontrol berbagai komponen elektronik. Jika LED tidak kompatibel dengan sistem CANBUS, maka lampu bisa tidak menyala atau muncul pesan error pada dashboard. Untuk mengatasi masalah ini, pilihlah LED yang memang dirancang untuk kompatibel dengan sistem CANBUS. LED jenis ini biasanya dilengkapi dengan chip khusus yang dapat berkomunikasi dengan sistem CANBUS mobil.
Tips Memilih LED Belakang yang Tepat untuk Ertiga Kesayangan
Memilih LED belakang yang tepat untuk Ertiga Anda membutuhkan sedikit riset dan pertimbangan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
-
Perhatikan Tingkat Kecerahan (Lumen): Tingkat kecerahan LED diukur dalam lumen (lm). Semakin tinggi nilai lumen, semakin terang cahaya yang dihasilkan. Pilihlah LED dengan tingkat kecerahan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk lampu rem, disarankan memilih LED dengan tingkat kecerahan yang lebih tinggi dibandingkan lampu senja.
-
Pilih Warna yang Tepat: Pastikan Anda memilih warna LED yang sesuai dengan fungsi lampu. Untuk lampu rem dan senja, gunakan LED berwarna merah. Untuk lampu sein, gunakan LED berwarna kuning (amber). Untuk lampu mundur, gunakan LED berwarna putih.
-
Perhatikan Sudut Pancar Cahaya: Sudut pancar cahaya menentukan seberapa luas cahaya yang dipancarkan oleh LED. Pilihlah LED dengan sudut pancar cahaya yang sesuai dengan desain reflektor lampu belakang Ertiga Anda.
-
Perhatikan Kualitas Material dan Konstruksi: Pilihlah LED yang terbuat dari material berkualitas tinggi dan memiliki konstruksi yang kokoh. LED berkualitas rendah biasanya lebih rentan terhadap kerusakan akibat panas atau getaran.
-
Baca Review dan Ulasan: Sebelum membeli LED, luangkan waktu untuk membaca review dan ulasan dari pengguna lain. Review dan ulasan dapat memberikan Anda gambaran tentang kualitas dan performa LED tersebut.
Rekomendasi LED Belakang untuk Suzuki Ertiga
Berikut adalah beberapa rekomendasi merek dan tipe LED belakang yang populer dan banyak digunakan oleh pemilik Suzuki Ertiga:
-
Osram LEDriving Premium: Osram adalah merek yang sudah terpercaya dalam industri pencahayaan. LEDriving Premium menawarkan kualitas dan performa yang baik, serta kompatibilitas dengan sistem CANBUS.
-
Philips X-tremeUltinon LED: Philips juga merupakan merek yang terkenal dengan kualitas produknya. X-tremeUltinon LED menawarkan tingkat kecerahan yang tinggi dan umur pakai yang panjang.
-
Autovision LED: Autovision adalah merek lokal yang menawarkan berbagai macam produk LED otomotif dengan harga yang lebih terjangkau.
-
Merek-merek Lain dengan Reputasi Baik: Selain merek-merek di atas, Anda juga bisa mempertimbangkan merek-merek lain yang memiliki reputasi baik dan banyak direkomendasikan oleh komunitas otomotif. Pastikan untuk membaca review dan ulasan sebelum membeli.
Pastikan untuk menyesuaikan pilihan LED dengan budget dan preferensi Anda. Yang terpenting adalah memilih LED berkualitas yang dapat meningkatkan keselamatan dan tampilan Ertiga Anda.
Kesimpulan
Mengganti bohlam belakang Suzuki Ertiga dengan LED adalah upgrade yang cerdas dan worth it. Selain meningkatkan visibilitas dan keselamatan, upgrade ini juga memberikan tampilan yang lebih modern dan futuristik. Dengan mempertimbangkan jenis bohlam, kompatibilitas, dan kualitas LED, Anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan ragu untuk berinvestasi pada LED berkualitas untuk Ertiga kesayangan Anda. Dijamin, Anda tidak akan menyesal!





