Suzuki Ertiga, sejak kehadirannya, telah menjadi primadona di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) di Indonesia. Dikenal dengan desain yang stylish, kabin yang lapang, dan efisiensi bahan bakar yang baik, Ertiga berhasil memikat hati banyak keluarga. Namun, di balik popularitasnya, ada beberapa masalah yang kerap dikeluhkan pemilik, mengurangi kenyamanan yang seharusnya dinikmati. Artikel ini akan mengupas tuntas masalah-masalah tersebut, memberikan informasi tambahan yang relevan, dan tentu saja, rekomendasi solusinya.
1. Peredaman Kabin yang Kurang Optimal: Bisingnya Mengganggu Percakapan
Salah satu keluhan utama yang sering dilontarkan pemilik Ertiga adalah peredaman kabin yang kurang baik. Suara dari luar, terutama deru ban dan suara mesin, dapat dengan mudah masuk ke dalam kabin, mengganggu percakapan dan mengurangi kenyamanan berkendara, terutama saat perjalanan jauh.
-
Sumber Masalah:
- Material Peredam yang Minimalis: Suzuki Ertiga, terutama pada generasi awal, menggunakan material peredam yang relatif tipis dan minim di beberapa area kunci, seperti lantai, pintu, dan firewall.
- Desain Bodi: Desain bodi yang aerodinamis memang penting untuk efisiensi bahan bakar, tetapi terkadang mengorbankan peredaman suara. Bentuk bodi tertentu dapat menciptakan turbulensi udara yang menghasilkan suara bising.
- Karet Pintu dan Jendela yang Kurang Rapat: Karet pintu dan jendela yang kurang rapat atau sudah aus dapat menjadi celah bagi suara dari luar untuk masuk ke dalam kabin.
-
Informasi Tambahan:
- Beberapa pemilik Ertiga mencoba mengatasi masalah ini dengan memasang peredam tambahan (aftermarket) di area-area yang rentan, seperti lantai, pintu, dan firewall. Pemasangan peredam tambahan dapat secara signifikan mengurangi tingkat kebisingan di dalam kabin.
- Peredam aftermarket tersedia dalam berbagai jenis, seperti peredam aspal, peredam busa, dan peredam cair. Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
- Pastikan memilih peredam yang berkualitas dan pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan masalah baru.
2. Suspensi yang Keras: Melibas Jalan Rusak dengan Kurang Nyaman
Suspensi Ertiga seringkali dikeluhkan karena terasa keras, terutama saat melintasi jalan yang bergelombang atau rusak. Hal ini dapat menyebabkan penumpang merasa tidak nyaman, terutama pada baris kedua dan ketiga.
-
Sumber Masalah:
- Setting Suspensi yang Cenderung Keras: Setting suspensi Ertiga memang dirancang untuk memberikan handling yang lebih baik, tetapi sebagai konsekuensinya, kenyamanan berkendara di jalan yang tidak rata menjadi berkurang.
- Kualitas Shock Absorber: Kualitas shock absorber bawaan pabrik terkadang dianggap kurang mumpuni dalam meredam getaran dan guncangan.
- Tekanan Ban yang Tidak Sesuai: Tekanan ban yang terlalu tinggi dapat membuat suspensi terasa lebih keras. Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
-
Informasi Tambahan:
- Beberapa pemilik Ertiga mengganti shock absorber bawaan dengan shock absorber aftermarket yang memiliki karakter lebih lembut.
- Penggantian per dengan per yang lebih lembut juga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi perlu diingat bahwa penggantian per dapat mempengaruhi handling mobil.
- Memperhatikan tekanan ban secara berkala dan menyesuaikannya dengan kondisi jalan dan beban muatan dapat membantu mengurangi kekerasan suspensi.
- Pertimbangkan penggunaan spring buffer pada suspensi untuk mengurangi guncangan dan bantingan saat melewati jalan rusak.
3. AC Kurang Dingin di Baris Ketiga: Penumpang Belakang Gerah
Masalah AC yang kurang dingin di baris ketiga juga menjadi keluhan umum, terutama pada Ertiga generasi awal yang belum dilengkapi dengan double blower. Penumpang di baris ketiga seringkali merasa gerah, terutama saat cuaca panas.
-
Sumber Masalah:
- Desain Saluran AC: Desain saluran AC pada Ertiga generasi awal kurang optimal dalam mendistribusikan udara dingin ke baris ketiga.
- Kondisi Freon AC: Freon AC yang berkurang atau kualitasnya menurun dapat menyebabkan AC kurang dingin.
- Kondensor AC yang Kotor: Kondensor AC yang kotor dapat menghambat proses pendinginan.
-
Informasi Tambahan:
- Ertiga generasi terbaru sudah dilengkapi dengan double blower, yang secara signifikan meningkatkan efektivitas pendinginan di baris ketiga.
- Melakukan perawatan AC secara berkala, seperti membersihkan kondensor dan mengisi ulang freon, dapat membantu menjaga kinerja AC tetap optimal.
- Beberapa pemilik Ertiga memasang kipas angin tambahan di baris ketiga untuk membantu sirkulasi udara.
- Penggunaan kaca film berkualitas juga dapat membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam kabin, sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu keras.
4. Jok yang Kurang Ergonomis: Pegal Saat Perjalanan Jauh
Beberapa pemilik Ertiga mengeluhkan desain jok yang kurang ergonomis, terutama jok depan. Posisi duduk yang kurang nyaman dapat menyebabkan pegal-pegal saat perjalanan jauh.
-
Sumber Masalah:
- Kurangnya Dukungan Lumbar: Jok Ertiga, terutama pada tipe tertentu, kurang memberikan dukungan lumbar yang memadai, sehingga dapat menyebabkan nyeri punggung saat berkendara dalam waktu lama.
- Material Jok yang Kurang Nyaman: Material jok yang digunakan terkadang terasa panas dan kurang menyerap keringat.
- Pengaturan Jok yang Terbatas: Beberapa tipe Ertiga memiliki pengaturan jok yang terbatas, sehingga sulit untuk menemukan posisi duduk yang ideal.
-
Informasi Tambahan:
- Penggunaan bantal lumbar tambahan dapat membantu memberikan dukungan yang lebih baik pada punggung.
- Sarung jok yang terbuat dari bahan yang lebih nyaman dan menyerap keringat dapat meningkatkan kenyamanan berkendara.
- Pada tipe Ertiga yang memiliki pengaturan jok yang terbatas, beberapa pemilik mencoba memodifikasi jok agar lebih ergonomis.
- Lakukan test drive yang cukup lama sebelum membeli Ertiga untuk memastikan posisi duduk nyaman dan sesuai dengan preferensi Anda.
5. Material Interior yang Terkesan Murah: Estetika yang Kurang Memuaskan
Material interior yang digunakan pada Ertiga terkadang dikeluhkan karena terkesan murah dan kurang berkualitas. Hal ini dapat mengurangi kesan mewah dan meningkatkan persepsi negatif terhadap kualitas keseluruhan mobil.
-
Sumber Masalah:
- Penggunaan Plastik Keras: Sebagian besar panel interior Ertiga terbuat dari plastik keras yang terasa kurang premium.
- Finishing yang Kurang Rapi: Finishing pada beberapa bagian interior terkadang kurang rapi, seperti celah antar panel yang terlalu lebar.
- Desain yang Kurang Modern: Desain interior Ertiga, terutama pada generasi awal, terkesan kurang modern dibandingkan dengan kompetitornya.
-
Informasi Tambahan:
- Beberapa pemilik Ertiga mengganti beberapa panel interior dengan panel yang terbuat dari bahan yang lebih berkualitas, seperti kulit atau carbon fiber.
- Melakukan detailing interior secara berkala dapat membantu menjaga tampilan interior tetap bersih dan terawat.
- Pemasangan aksesoris interior, seperti karpet dasar dan cover dashboard, dapat meningkatkan estetika interior.
- Pada Ertiga generasi terbaru, Suzuki telah melakukan peningkatan pada kualitas material interior, sehingga terasa lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
6. Mesin yang Kurang Bertenaga di Tanjakan: Ngos-ngosan Saat Menanjak
Mesin Ertiga, terutama pada generasi awal, terkadang dikeluhkan karena kurang bertenaga saat menanjak, terutama jika membawa beban penuh.
-
Sumber Masalah:
- Kapasitas Mesin yang Relatif Kecil: Ertiga menggunakan mesin berkapasitas 1.400 cc (pada generasi awal) yang dianggap kurang bertenaga untuk ukuran mobil LMPV.
- Distribusi Torsi yang Kurang Optimal: Distribusi torsi pada putaran rendah terkadang kurang optimal, sehingga mobil terasa ngos-ngosan saat menanjak.
- Kondisi Mesin: Kondisi mesin yang kurang terawat, seperti filter udara yang kotor atau busi yang sudah aus, dapat mengurangi performa mesin.
-
Informasi Tambahan:
- Ertiga generasi terbaru menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc yang lebih bertenaga.
- Melakukan perawatan mesin secara berkala, seperti mengganti filter udara dan busi, dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal.
- Beberapa pemilik Ertiga melakukan chip tuning untuk meningkatkan tenaga mesin. Namun, perlu diingat bahwa chip tuning dapat mempengaruhi garansi mobil.
- Menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat membantu memaksimalkan performa mesin.
- Hindari membawa beban berlebihan saat menanjak untuk mengurangi beban kerja mesin.
Rekomendasi
Setelah mengupas tuntas berbagai masalah kenyamanan pada Suzuki Ertiga, berikut beberapa rekomendasi yang bisa Anda pertimbangkan:
- Peredaman Kabin: Jika Anda sering melakukan perjalanan jauh atau sensitif terhadap suara bising, pertimbangkan untuk memasang peredam tambahan di area-area yang rentan.
- Suspensi: Jika Anda sering melewati jalan yang rusak, pertimbangkan untuk mengganti shock absorber dengan yang lebih lembut atau menggunakan spring buffer. Perhatikan juga tekanan ban secara berkala.
- AC: Pastikan AC dirawat secara berkala, seperti membersihkan kondensor dan mengisi ulang freon. Pertimbangkan pemasangan kaca film berkualitas untuk mengurangi panas matahari.
- Jok: Gunakan bantal lumbar tambahan dan sarung jok yang nyaman jika Anda sering merasa pegal saat berkendara.
- Material Interior: Lakukan detailing interior secara berkala dan pertimbangkan pemasangan aksesoris interior untuk meningkatkan estetika.
- Mesin: Lakukan perawatan mesin secara berkala dan gunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai. Hindari membawa beban berlebihan saat menanjak.
- Pertimbangkan Model Terbaru: Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk membeli Ertiga generasi terbaru yang sudah mengalami peningkatan di berbagai aspek, termasuk kenyamanan.
Dengan memahami masalah-masalah yang sering dikeluhkan dan menerapkan solusi yang tepat, Anda dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dengan Suzuki Ertiga Anda. Selamat menikmati perjalanan yang lebih nyaman!
Masalah-masalah ini memang seringkali menjadi perhatian, namun jangan lupa bahwa Suzuki Ertiga tetap menawarkan nilai yang baik dari segi harga, keandalan, dan efisiensi bahan bakar. Pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Anda.






